David Zabriskie, pebalap sepeda Amerika Serikat.

Olahraga ini bila sering dilakukan bisa menimbulkan ketidakseimbangan hormon. 

Lelaki yang gemar atau sering bersepeda harus berhati-hati melakukan olahraga ini, karena ternyata bisa memengaruhi kesuburan atau kesehatan organ reproduksinya.

Demikian hasil penelitian terkini yang dilakukan para peneliti dari Amerika Serikat, belum lama ini.

Para peneliti dari University of California, Los Angeles (UCLA) School of Nursing menemukan, bahwa atlet sepeda lelaki bisa mengalami ketidakseimbangan hormon yang dapat memengaruhi kesehatan organ reproduksinya.

Mereka menemukan, bahwa atlet atau penggemar bersepeda memiliki lebih dari dua kali lipat jumlah estradiol dalam darahnya dibandingkan dengan triathletes dan penggemar olahraga lainnya.

Estradiol adalah estrogen pada lelaki yang diproduksi sebagai produk metabolik aktif dari testosteron.

Tingginya estradiol dalam darah, kata para peneliti, mungkin berhubungan dengan estrogen yang tinggi pada laki-laki termasuk ginekomastia, suatu kondisi yang dapat mengakibatkan hilangnya rambut kemaluan dan jaringan payudara yang membesar.

Namun, kata penulis studi, asisten profesor Lea Fitzgerald, temuan tersebut masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Ini penting untuk menentukan, apakah jenis latihan tertentu — yang mungkin berhubungan dengan perubahan kadar hormon seks pada lelaki — dapat memengaruhi kesehatannya secara menyeluruh dan kesejahteraan reproduksinya.

Penelitian yang dilakukan UCLA ini, mengeksplorasi hubungan antara intensitas latihan dan tingkat sirkulasi hormon reproduksi pada atlet sepeda dan penggemar bersepeda.

Para peneliti membagi 107 subyek penelitian laki-laki sehat (usia 18-60 tahun) menjadi tiga kelompok: triathletes 16 orang, 46 atlet sepeda dan 45 penggemar bersepeda.

Peserta diminta mengisi kuesioner penilaian fisik standar internasional untuk memberikan perkiraan tujuan dari waktu yang mereka habiskan dalam berbagai tingkat aktivitas fisik dan aktivitas pada minggu sebelumnya.

Sampel darah kemudian dikumpulkan dari setiap peserta untuk mengukur total testosteron, estradiol, kortisol, interleukin-6 dan hormon lainnya.

Hasil penelitian menunjukkan, konsentrasi plasma estradiol lebih dari dua kali lebih tinggi pada atlet sepeda daripada di triathletes dan penggemar bersepeda. Dan kadar testosteron total sekitar 50 persen lebih tinggi pada pengendara sepeda daripada penggemar bersepeda.

“Plasma estradiol dan kadar testosteron secara signifikan meningkat pada atlet sepeda laki-laki dan penggemar bersepeda. Ini merupakan temuan yang tidak dilaporkan sebelumnya, ” kata Fitzgerald.

Studi ini telah dipublikasikan dalam European Journal of Applied Physiology.

Penulis: Daily Mail/Ririn Indriani