Oleh: Aleysius H. Gondosari*

Selain lingkungan dan makanan yang tidak sehat, stres merupakan salah satu sumber penyakit utama pada zaman modern ini. Stres bisa menyerang siapa saja, terutama orang yang kerjanya terburu-buru, dikejar target, tertekan, atau sedang banyak masalah.

Stres menyebabkan pikiran dan otak menjadi terlalu aktif. Hal ini mengakibatkan sel-sel dan organ tubuh menjadi lebih aktif. Bila stres tidak dikontrol, organ tubuh yang terlalu aktif akan menjadi kelelahan, kemudian menjadi lemah, dan akhirnya sakit. Kondisi terlalu aktif ini juga dapat memicu kanker, karena kanker sebenarnya adalah sel-sel yang terlalu aktif dan tidak terkontrol.

Stres juga bisa menyerang berbagai organ tubuh. Di tempat kerja, saya menemukan berbagai bentuk stres. Yang umum terjadi adalah sakit kepala, migrain, atau insomnia. Staf saya suka kumat sakit giginya kalau sedang stres. Ada juga teman kerja saya yang pencernaannya kurang bagus, karena kalau stres organ tubuh ini yang sakit. Saya juga demikian. Istri saya, kalau stres, maka organ tiroidnya akan kumat. Pada wanita stres sering juga terjadi pada bagian dada dan kandungan.

Selain itu, stres juga akan mengganggu tidur nyenyak. Kita sering tidak menyadari adanya stres pada diri kita. Akibatnya, stres ikut terbawa dalam tidur dan alam bawah sadar selama bertahun-tahun. Tidur nyenyak seharusnya menjadi sarana untuk memulihkan kesegaran dan kesehatan tubuh. Tetapi karena stres, kita sulit untuk tidur dengan nyenyak. Akibatnya, kita bangun dengan kondisi masih lelah dan mengantuk.

Berbagai Cara Mengatasi Stres :

Stres—bila dibiarkan berlarut-larut—dapat menyebabkan kondisi tubuh menurun hingga 50 persen sehingga mudah dihinggapi berbagai penyakit, menimbulkan penyakit kronis, serta memicu kanker. Sebenarnya, kita dapat mengatasi stres dengan berbagai cara, antara lain dengan cara:

Mengkonsumsi makanan sehat
Pijat refleksi jari tangan
Meditasi
Pernapasan sehat
Makanan sehat untuk mengatasi stres umumnya adalah makanan fermentasi yang dimakan dalam kondisi segar, seperti tape singkong segar, tempe segar, dan susu fermentasi segar (yoghurt). Makanan sehat lainnya adalah susu kedele segar, minuman cincau, dan mentimun segar. Anda dapat memilih makanan segar dan sehat yang disukai.

Pijat refleksi jari tangan juga dapat membantu mengurangi atau menghilangkan stres. Hal ini disebabkan karena saraf jari-jari tangan terhubung dengan saraf dan organ otak di kepala. Dengan memijat jari tangan satu per satu dengan santai, maka saraf otak kita juga akan ikut santai sehingga stres berkurang. Setiap jari cukup dipijat selama 1 menit, sehingga seluruh jari selesai dipijat dalam waktu 10 menit. Kita dapat melakukannya sewaktu menonton TV, sewaktu menunggu, atau sewaktu duduk istirahat.

Sementara, tujuan meditasi adalah mencari keheningan dan ketenangan pikiran. Dengan menenangkan pikiran, stres juga otomatis akan berkurang. Tetapi, tidak setiap orang tertarik dengan meditasi.

Selanjutnya pernapasan sehat juga dapat membantu mengurangi dan menghilangkan stres. Pernapasan sehat lebih mudah dilakukan dari meditasi dan setiap orang dapat melakukannya. Untuk memulai pernapasan sehat, pilihlah sikap yang santai, sambil duduk atau berbaring. Tariklah napas perlahan-lahan selama 10 detik, tahan selama 10 detik, kemudian keluarkan perlahan-lahan selama 10 detik. Lakukan selama 10 kali per sesi. Anda akan merasa lebih santai setelah melakukannya. Bila Anda merasa nyaman melakukan ini, Anda dapat melakukannya selama tiga sesi, yaitu pagi, siang, dan malam. Bila Anda telah mahir melakukannya, Anda dapat memperpanjang waktunya selama 15 detik atau 20 detik.

Stres dan Frekuensi Gelombang Otak :
Sebenarnya, semua penjelasan di atas ada hubungannya dengan frekuensi gelombang otak dan tubuh. Bayi yang sehat sampai umur lima tahun umumnya mempunyai gelombang otak dengan frekuensi 1 Hz yang disebut sebagai gelombang Delta. Tetapi, dengan bertambahnya usia anak, jumlah anak yang mempunyai gelombang Delta ini menurun. Frekuensi gelombang otak cenderung meningkat dari Delta menjadi gelombang Tetha, Alpha, dan Beta.

Gelombang Delta mempunyai frekuensi 1 ~ 4 Hz, dan ditemui pada bayi dan anak di bawah umur lima tahun.
Gelombang Tetha mempunyai frekuensi 4 ~ 7 Hz, dan terjadi pada saat mengantuk dan tidur biasa (bukan tidur nyenyak).
Gelombang Alpha mempunyai frekuensi 8 – 12 Hz dan terjadi dalam segala kondisi dan aktivitas, baik cemas maupun santai.
Gelombang Beta mempunyai frekuensi 12 – 19 Hz ke atas, dan terjadi dalam kondisi sadar, aktif, sibuk, dan cemas. Selain itu juga bisa disebabkan oleh efek hipnotis dan efek obat-obatan.
Dari penjelasan di atas, kita dapat melihat bahwa ketika masih bayi, frekuensi otaknya masih rendah dan berkisar sekitar 1 Hz. Tetapi dengan bertambahnya usia, otak cenderung menjadi semakin aktif dan tidak tenang sehingga frekuensi gelombang otak juga menjadi semakin tinggi. Hal ini membuat kesehatan menjadi menurun. Secara umum, kita dapat melihat bahwa bayi dan anak-anak umumnya lebih sehat dari orang dewasa, sedangkan orang dewasa umumnya lebih sehat dari orang tua.

Orang yang berada di lingkungan yang tenang, akan mempunyai frekuensi gelombang otak, pikiran, dan tubuh yang rendah, yaitu 1 Hz ke bawah. Sebaliknya, orang kota dan orang sibuk akan mempunyai frekuensi yang lebih tinggi dari 1 Hz. Orang yang stres juga akan mempunyai frekuensi yang lebih tinggi dari 1 Hz.

Kehidupan di pegunungan dan di desa yang tenang membuat kehidupan orang lebih santai, tenang, dan lebih sehat. Sebaliknya, kehidupan di kota yang sibuk dan penuh polusi membuat orang lebih mudah stres dan jatuh sakit.

Seperti kita ketahui, meditasi dapat membantu meningkatkan kesehatan seseorang, dan dapat menyembuhkan penyakit-penyakit kronis. Apakah sebabnya? Penjelasan yang masuk akal adalah karena meditasi membuat otak dan sel-sel tubuh menjadi lebih tenang dan lebih santai. Keheningan dalam meditasi mempunyai peranan penting dalam kesehatan. Dengan kata lain, keheningan dalam meditasi akan membuat frekuensi gelombang pikiran, otak, dan tubuh akan bertambah rendah, menjadi 1 Hz atau lebih rendah, tergantung pada tingkat keheningannya.

Kesimpulannya, semakin rendah frekuensi gelombang, otak dan pikiran akan menjadi semakin tenang dan santai. Frekuensi 1 Hz menjadi batas antara sehat dan tidak sehat, stres dan tidak stres. Dengan pikiran dan otak yang lebih santai, kita akan menjadi lebih sehat, daya tahan tubuh akan meningkat, dan penyakit akan menjauh. Makanan sehat, pijat refleksi jari tangan, meditasi, dan pernafasan sehat, dapat membantu menurunkan frekuensi pikiran dan otak menjadi 1 Hz atau lebih rendah.[ahg]

* Aleysius H. Gondosari adalah alumnus ITB tahun 1984, trainer bidang organisasi dan manajemen, penggemar fotografi, pengembang online business, dan sedang menulis buku tentang sehat secara alami dengan metode Energi 5 Elemen, yang juga dapat dilihat di http://www.5elemen.com. Aley tinggal di Jakarta dan dapat dihubungi melalui email: aleysiush[at]gmail[dot]com atau di nomor telepon: 0818116669.