Great White Spot merupakan fenomena serupa seperti Great Red Spot di planet Jupiter.

Saat planet Bumi berkali-kali mengalami serangan badai dahsyat, Saturnus ternyata sering mengalami badai yang berkali-kali lipat lebih mengerikan. Misalnya pemunculan Great White Spot, sebuah bintik yang kerap terlihat di Saturnus.

Dari pemantauan yang dilakukan oleh satelit Cassini pada Saturnus, ternyata, Great White Spot merupakan badai berukuran raksasa, berukuran hingga mencapai ribuan kilometer, yang melintas di kawasan selatan planet tersebut.

Great White Spot merupakan fenomena serupa seperti Great Red Spot yang terjadi di planet Jupiter.

Di Saturnus, badai raksasa itu hadir setiap sekitar 28,5 tahun sekali. Sebelumnya, badai ini pernah hadir tahun 1876, 1903, 1933, 1960, dan 1990. Artinya, badai berikutnya diperkirakan baru akan hadir di tahun 2018 mendatang.

Meski begitu, ada juga badai yang kadang muncul di luar siklus rutin badai, misalnya di tahun 1994 dan 2006 lalu. Seperti dikutip dari MSN, 29 Desember 2010, pada malam Natal lalu, Cassini kembali menemukan munculnya badai di Saturnus.

“Badai seperti ini diperkirakan muncul akibat ketidakstabilan suhu yang melontarkan berton-ton material dari atmosfir bawah planet ke bagian atas atmosfir,” kata Carolyn Porco, peneliti dari Space Science Institute. “Saat badai ini bersinggungan dengan siklus badai rutin yang setiap 28 tahun, ia menjadi sangat raksasa hingga dapat mengitari seluruh planet,” ucapnya.

Seperti saat ini, Porco menyebutkan, kamera pada Cassini berhasil menangkap badai raksasa yang hadir di kawasan utara Saturnus. “Secara teknis, kami belum mengetahui apakah badai ini akan berkembang menjadi Great White Spot,” ucap Porco.
“Namun, meski tidak mendapat reputasi ‘great’ badai yang terjadi di Saturnus ini lusinan kali lipat lebih besar dibanding badai dahsyat yang hadir di Bumi,” ucapnya. (umi)
• VIVAnews